welcome to my blog

selamat datang di mutiara kehidupan
mari kita saling bercerita untuk membagi pengalaman
agar hidup kita bisa menjadi lebih baij

Kamis, 21 Juni 2012

berbuatlah pasti tuhan akan mengetahui

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
tapi bagaimanapun, berbaik hatilah.

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
tapi bagaimanapun, jujur dan terbukalah.

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri;
tapi bagaimanapun, berbahagialah.

Bila engkau sukses, engkau akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati;
tapi bagaimanapun, jadilah sukses.

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam;
tapi bagaimanapun, bangunlah.

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
tapi bagaimanapun, berbuat baiklah.

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu.

Pada akhirnya, engkau akan tahu bahwa ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu.
Ini bukan urusan antara engkau dan mereka.

(Mother Teresa)

Sabtu, 27 Agustus 2011

Catatan harian Yogi




Aku mulai mencoret kertas ku dengan coretan yang tak berguna, tapi aku merasa lega setelah mencoret kertasku dengan tinta kehidupanku,,, aku terus bertanya, apa makna kehidupan?,apakah kehidupan ini sebuah permainan?, atau sebuah ujian?, atau hanya sekedar pormalitas, yang hanya menunjukkan kekusaan sang pencipta?
Pada suatau hari aku mengamati orang-orang yang ada di sekitarku, seolah-olah aku menonton televisi terkadang aku tersenyum, terkadang aku bersedih, dan terkadang aku tak memahaminya sama sekali, aku melihat orang disekitarku seperti orang gila,terkadang mereka tertawa, berbicara dan tersenyum sendiri, ada pula yang menyendiri, dan setelah itu aku menjumpai seorang kerabat dekatku dan aku bertanya padanya. Wahai saudaraku aku ingin bertanya sesuatu, engkau telah hidup di dunia ini apakah engkau memahami makna kehidupan?, dia berkata mengapa engkau bertanya demikian?. Karena aku telah hidup di dunia ini dan aku tak memahami sama sekali makna kehidupan, kemudian ia menjawab. ­­­“Orang yang waras itu adalah orang yang gila”. Aku bingung kenapa jawabanmu seperti itu?.Karena engkau  adalah orang yang memahami kehidupan, ketika seseorang memahami sesuatu maka ia akan mencari tau agar ia tak salah dalam memahami dan ia akan terus mencari tahu agar ia benar-benar memahaminya, sama seperti kau pada saat ini, ketika engkau melihat seseorang tertawa,berbicara, dan marah-marah sendiri, apa yang terjadi padamu?, bukankah engkau juga tertawa melihat tingkah manusia yang lucu dan beraneka ragam itu, sadarkah engkau pada saat yang bersamaan, engkau tersenyum sendiri seperti orang gila,engkau tak berbeda dengan mereka yang telah kau lihat,
Kita lihat para ahli sufi, banyak orang mengatakan bahwa mereka itu gila.Kenapa demikian?, karena mereka benar-benar memahami makna kehidupan, dengan banyak memahami maka akan semakin banyak ilmu didapati, dengan semakin banyak ilmu yang di dapati maka akan semakin tinggi karomah yang dimilikinya yang diberikan tuhan kepadanya,
Kita lihat para penemu pesawat,radio,televisi dan lain-lain, pada awalnya mereka dikatakan gila oleh orang-orang disekelilingnya, karena keinginan mereka yang aneh,serta tingkah laku mereka. Ha manusia bisa terbang, mungkin dia sudah GILA, mana mungkin manusia bisa terbang. Kata-kata itulah yang terucap orang yang ada disekitarnya,namun si penemu itu tak peduli ia meneruskan penemuannya sampai selesai, Akhirnya setelah penemuannya selesai semua orang terdiam dan mengaguminya.  Dan sekarang Siapakah yang gila? Dan siapakah yang waras?
Engkau tak bisa memahami kehidupan dengan satu hari,satu bulan,bahkan satu tahun, engkau akan memahaminya ketika angkau telah melewati kehidupanmu, sama seperti penemu pesawat yang ku ceritakan tadi, dia tetap dikatakan gila sampai ia menyelesaikan penemuannya,
Hidup adalah proses maka cari tahulah tentang proses tersebut, sama seperti engkau mencari tahu makna kehidupan, dan sama seperti mereka yang waras dan gila, agar engkau bisa menjadi lebih baik.

Aku berjalan dan terus mencari makna kehidupan dengan cara yang sama, yaitu dengan cara bertanya, setiap kejadian yang pasti teralami denganku dimasa depan seperti halnya menikah,memiliki anak ,berkeluarga dan hal-hal yang lain, maka aku akan terus bertanya kepada orang yang telah mengalaminya, agar masa depanku bisa menjadi lebih baik,dan meminimalisir hal-hal yang buruk yang telah terjadi pada merekadan akan terjadi padaku.
Pada salah satu sekolah aku  menemukan seorang anak penderita autis,pada awalnya ia seperti anak –anak normal lainnya, lama kelamaan ia bertingkah laku aneh selayaknya penderita autis, dan pada saat itulah para guru mulai sadar bahwa si anak menderita autis,dan semua guru menceritakan masalah yang diderita si anak, gurunya mulai menjumpai orang tuanya, dan orang tuanya sendiri tidak sadar bahwa anak nya menderita autis,gurunya bingung harus melakukan apa, pada akhirnya saya pergi menjumpai psikiater dan bertanya padanya.”Apa penyebab seorang anak bisa mengalami autis?, dan bagaimana mengobatinya?”.Aku bertanya demikian agar di masa depan anakku kelak tidak menderita autis,salah satu jawaban yang kudapati adalah kurangnya perhatian orangtua terhadap anak ketika berumur 2 sampai 5 tahun,membiarkan anak bermain sendiri dengan imajinasinya, dan sianak tidak bermain selayaknya anak-anak lainnya, sehingga ia terpuruk dengan imajinasinya, biasanya penderita autis dibalik kekurangannya ia memiliki kelebihan, seperti melukis mengarang dan lainnya, dan itu akan hilang sendirinya ketika ia dewasa, tapi untuk mempercepat pemulihan hendaknya ada perhatian khusus dari seseorang yang menanganinya dan jadikan diri sebagai seseorang yang nyaman dan dipercayainya, dan dengan demikian ia mulai berkomunikasi, sedikit demi sedikit ia mulai berubah menjadi lebih baik.
Aku mulai menyadari bahwa,”Kehidupan adalah kasih sayang, dan kasih sayang adalah salah satu penentu kehidupan”.Bahkan kasih sayang dan perhatian juga berperan penting dalam membentuk karakter kehidupan manusia, banyak anak- anak yang nakal bukan karena kesalahan anak tersebut, tapi karena kurang nya perhatian dan kasih sayang orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Aku akan mengingat peristiwa ini agar tidak terjadi pada anakku ketika aku sudah menikah nantinya.Satu makna kehidupan telah kudapati lagi, satu ilmu pengetahuan telah kudapati lagi, belajar bukan hanya di bangku sekolah namun dengan banyak bertanya dan membaca kita juga belajar, seluruh kehidupanku adalah belajar, dan batu nisan ku kelak adalah tanda pemberhentianku dalam belajar.





menjadi lebih baik

Barzamhar adalah nama yang gemilang dalam sejarah iran ,dia mampu mencapai puncak kemuliaan di tengah masyarakat yang menganut system kasta, dia hanyalah anak dari sebuah keluarga miskin namun bias menjadi menteri pada masa yang dianggap mustahil –Bagi orabg orang seperti dia- untuk memegang jabataj yang tnggi di negeri itu .laki-laki tersebut dikenal dengan kebijaksanaannnya,sedikit berbuat salah, dan memilki banyak ilmu pengetahuaan ,hingga orang-orang menyebutnya ‘Bazamjar yang bijaksana’
Suatu hari ,ada orang yang bertanya kepadanya,Dari siapakah engkau mempelajari adab,hikmah ,dan akhlak ?...
Dia menjawab, ‘Aku mempelajarinya dari orang yang tidak memiliki akhlak ,adab dan hikmah.”
Orang itu lembali bertanya ,”bagaimana hal itu bisa terjadi ,padahal seseorang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan mampu memberi?
Jawabnya, “Aku memperhatikan orang yang tolol, Setiap kali dia berbuat salah,aku menghindar agar aku tidak jatuh dalam kesalahan yang dia perbuat.Aku perhatikan pula orang yang tidak berakhlak ,setiap kali dia melakukan sesuat yang orang –orang jijik kepadanya ,aka aku tidak berbuat hal yang sama.Ku juga memperhatikan orangorang yang tidak memiliki adab, kemudian aku tidak akan melakukan perbuatannya. Demikianlah,aku mempelajari hikmah dari orang yang tidak memilki hikmah,mempelajari akhlak dari orang yang tidak berakhlak,dan mempelajari adab dari orang yang tidak memilki adab.”
Dia menambahkannya : “ Biasanya orang-orang bertindak dengan prinsip bahwa kesalahan dan kebenaran ada pada diri mereka , sehingga mereka melakukan kesalahan ,ketika mereka menerima efek kesalah mereka, maka mereka akan menjahuainya di masa yang akan datang. Sedangkan aku telah membagi prinsip itu untuk kau dan orang lain ,sehingga ktinggalkan orang lain melakuakan kesalhan,Sedangkan aku justru menjahuinya. Keutamaan dalam perkara ini kembali kepada Imam Ali –karamallahu wahah-, yang berkata:”orang yang bahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain”.Dan aku delalu berusaha menjadi orang yang bahagia tersebut. Hal itu merupakan segalanya

menghadapi masalah

Sorang anak perempuan mengadu kepada ayahnya tentang kesulitan hidupnya, Setiap kali satu masalah selesai, datanglah masalah yang lainnya.Menanggapi hal itu , Sang ayah mengajak kedapur dan memenuhi tiga panci dengan air kemudian ia meletakkan masing-masing panci itu diatas api. Dia mengisi panci pertama dengan wortel,panci kedua dengan telur, dan panci ketiga denngan biji kopi
Sang anak perempuan merasa geramkarena sang ayah tak juga menjawab pertanyaannya, Tka lama kemudian sang ayah mematiakan api, lalu mengeluarkan wortel serta telur, lantas meletakkanya keduanya di sebuah wadah, Dia menuangkan kopi di dalam cangkir dan meminta putrinya untuk memegang wortel itu, anak perempuan tersebut mendapatkan wortel tersebut telah menjadi lunak.
Kemudian, Ayahnya memintanya untuk mengupas kulit telur, dia melihat bahwa telur tesebut menjadi keras.Kemudian, ayahnya memintanya untuk meminum biji kopi yang telah diseduh menjadi kopi.
Anak perempuan itu bertany,”untuk apa semua ini wahai ayahku?”
Sang ayah menjawab , Supaya engkau mengetahui wahai putriku,bahwa wortel,telur dan biji kopi meenghadapi perlakuan yang sama, yaitu,, air yang mendidih, tetapi masing-masing dari mereka merespon dengan cara berbeda
Wortel itu sangat kuat dan keras, namun setelah digarang diatas api , dia menjadi lunak. Adapun telur yang didalamnya terdapat cairan yang amat lunak menjadi keras setelah dipanggang diatas api, Sedangkan kopi, reaksinya benar-benartiada duanya,setelah mengalami pemanasan, justru ia merubah air menadi wadahnya.
Kemudian bagaimana dengan dirimu, apakah kau seperti wortel, yang awalnya keras, namun tatkala dihadapkan dengan kesulitan-kesulitan akan menjadi lemah dan kehilangan kekuatan?, atau seperti telur, yang pada awalnya berhati lembut, namun tatkla didera permasalahan, hatinya menjadi keras?,atau kau akan menjadi seperti kopi , yang dapat menhubah air panas yang menimbulkan kepedihan menjadi sesuatu yang menjadi rasa yang lebih nikmat?
Apabila kau seperti kopi, maka kau akan menjadikan segala hal di sekitarmu menjadi lebih baik, Renungkanlah wahai putriku, bagaimanakau akan merespon segala kesulitan dalam hidupmu.Apakah kau akan seperti wortel,telur, atau biji kopi?

Sabtu, 06 Agustus 2011

Daur Ulang Sampah Slideshow

Daur Ulang Sampah Slideshow: "TripAdvisor™ TripWow ★ Daur Ulang Sampah Slideshow ★ to Medan. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor"

Sabtu, 25 Juni 2011

2 macam orang yang tidak tidur di malam hari

imam RAZI menulis bahwa ada 2 macam orang yang tdak tdur pada mlam hari.
pertama ialah orang2 yang mengerjakan maksiat dan bersenda gurau.
kedua ialah orang2 yang slalu mengerjakan sholat, membaca al-qur'an dan mempelajari ilmu agama.

yang terbaik

setiap kita mencari orang yang terbaik, pasti ada yang lebih baik.
jadi, jangan terus mencari yang terbaik, tapi jadikan s'orang yang kamu temui sekarang menjadi yang terbaik

Senin, 20 Juni 2011

petuah cinta

Sedikit Petuah Disiang Hari ...
Kadangkala orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah
menyatakan cintanya padamu kerana orang itu takut kau berpaling dan
menjauhinya. Dan bila dia suatu masa hilang dari pandanganmu….kau akan
menyadari dia adalah cinta yang tidak pernah kau sadari…

Jumat, 10 Juni 2011

MERAJUT IKATAN YANG KOKOH,,,,,

Siang cukup terik. Laki-laki tampan itu, sebut saja Adi, termangu. Memandangi sepucuk foto seorang muslimah di tangannya. Empat hari yang lalu dia baru saja dipertemukan dengan muslimah yang ada di foto tersebut. Foto itu memang tak begitu jelas menggambarkan paras muka si muslimah, sebut saja Ifa.

Tapi, setelah bertemu dengan Ifa, mendadak hatinya diselimuti keraguan luar biasa. Kalau masalah perbedaan status sosial yang mencolok, antara keluarganya yang cukup terpandang dengan keluarga Ifa yang sangat bersahaja, dia tak mempermasalahkan. Tapi, yang menjadi sumber keraguannnya adalah karena paras Ifa sangatlah ‘biasa’ (kalau tidak mau dibilang ‘tidak cantik’). Sementara dia, perawakannya gagah, sangat tampan, bahkan beberapa anggota keluarganya ada yang menjadi aktor. Ditambah pula dia memiliki karir yang cukup menjanjikan. Hmm, sungguh modal yang sangat cukup untuk memikat hati siapa pun wanita yang diincarnya.

Untunglah, Adi memilih jalan yang suci untuk mencari pasangan jiwanya, melalui perkenalan yang Islami. Mempercayakan pada guru ngajinya semata, tanpa pernah sekali pun bertemu dengan muslimah tersebut sebelumnya.

Tapi kini ia menjadi ragu dengan langkahnya sendiri. Haruskah ia lanjutkan proses ini? Atau ditolak saja, karena rasanya ‘sangat tidak sepadan’? Apalagi si muslimah juga belum selesai kuliah. Huh, tentu lebih ribet lagi urusannya.

Waktu lima hari untuk mengambil keputusan, seperti yang diberikan oleh guru ngajinya, tinggal sisa satu hari lagi, hari ini. Ya, tinggal hari ini dia harus memikirkan kelanjutan dari proses perkenalannya dengan Ifa. Istikharahnya selama beberapa hari, nampaknya belum mampu membulatkan tekadnya. Masih saja ia gamang.

Namun karena ini hari jumat, dan dia berkewajiban melaksanakan sholat jumat, sejenak dia mencoba melupakan pergulatan batinnya itu. Segera ia bersiap diri menuju ke masjid untuk sholat jumat. Khusyu’ dia mendengarkan khotbah yang disampaikan dengan runtut oleh khatib.

Sampai pada satu hadist yang dinukil sang khatib, “... Akan tetapi, nikahilah seorang wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shalehah meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama."

Sang khatib melanjutkan: "Bukankah, jika seorang laki-laki tertarik pada seorang wanita, maka apa-apa yang ada pada wanita itu, juga ada pada wanita lainnya?"

Hadits yang sebenarnya juga telah sering ia dengar itu, kali ini membuatnya tersentak, seperti tersetrum listrik!

“Allahu, tampilan fisik bukanlah segalanya. Meskipun tak cantik, dari pertemuan kemarin aku tahu Ifa gadis yang 'iffah, sangat menjaga rasa malunya, seperti namanya. Kenapa aku mesti ragu?”

Dia merasa sangat tercerahkan dengan hadist tersebut. Tanpa sadar, air matanya pun mengalir perlahan. Bukan air mata kesedihan, tapi air mata kebahagiaan. Inilah jawaban yang ia cari-cari selama beberapa hari ini. Dan kini dadanya terasa lapang, seolah sebongkah batu yang beberapa hari ini menindihnya telah terangkat. Sambil terisak dia tersenyum, karena dia tahu jawaban apa yang harus dia sampaikan pada guru ngajinya esok hari.

Setelah 15 tahun-an berlalu, kulihat dengan mataku sendiri, pasangan yang mulia itu selalu kelihatan rukun, penuh cinta, dan saling bahu-membahu dalam dakwah. Subhanallah...

Teringat aku ucapan Ibnu Qoyyim dalam bukunya 'taman orang-orang jatuh cinta & memendam rindu' : 'Allah menjadikan penyebab kesenangan adalah keberadaan istri. Andaikata penyebab tumbuhnya cinta adalah rupa yang elok, tentunya (wanita) yang tidak memiliki keelokan tidak akan dianggap baik sama sekali. Kadangkala kita mendapatkan orang yang lebih memilih pasangan yang lebih buruk rupanya, padahal dia juga mengakui nilai keelokan (wanita) yang lain. Meski begitu, tidak ada kendala apa-apa dalam hatinya. Karena kecocokan akhlaq merupakan sesautu yang paling disukai manusia, dengan begitu kita tahu bahwa inilah yang paling penting dari segalanya. Memang bisa saja cinta tubuh karena sebab-sebab tertentu. Tetapi cinta itu akan cepat lenyap, dengan lenyapnya sebab.'

Hmm, kalau bahasa ringkasnya mas fauzil, 'kecantikan wajah terletak di nomor kesekian. Jauh lebih penting dari kecantikan wajah adalah kesejukan wajah Anda ketika suami memandang.'

Subhanallah, jika kriteria fisik jadi patokan utama dalam memilih jodoh, apakah jadinya 20 atau 50 tahun setelah pernikahan mereka? Akan lenyapkah juga cinta yang dulu berbinar-binar, seiring kecantikan yang dimakan usia?

Memang, tak serta merta orang bisa ikhlas menerima seorang lain sebagai pasangan hidupnya. Namun, seseorang yang imannya terpagari dengan kuat, maka seleranya akan dituntun pula oleh iman pada Rabbnya. Di sinilah letak pentingnya kekuatan ruhiyah, termasuk bagi mereka yang sedang ikhtiaruz zawaj. Jika ikhtiar ini dilakukan dalam posisi kering ruhiyah, maka percayalah pilihan akan jatuh dengan hanya mempertimbangkan selera yang 'dangkal'. Tetapi, jika terus dipagari dengan ruhiyah tinggi, maka percayalah Allah yang akan menjaga dan menuntun kita untuk mendapatkan pasangan yang paling baik.

Ini tidak hanya berlaku untuk laki-laki, tetapi juga perempuan. Karena sebagaimana kata pak cahyadi dalam bukunya: laki-laki berhak memilih, tapi juga jangan salahkan wanita, karena wanita berhak menolak.

Wanita juga punya kecenderungan, punya selera, dan bisa saja pilihannya jatuh pada kriteria yang dangkal ketika ruhiyahnya tak terpagari dengan kuat.

Masalahnya, sudahkah persiapan ruhiyah ini dilakukan oleh para lajang pencari jodoh? Atau mereka lebih sibuk mempersiapkan yang artifisial semata seperti: rancangan acara walimah, kemana berbulan madu, pemenuhan berbagai kebutuhan rumah tangga, dan seterusnya?

Saya ingat, ada seorang lelaki shalih, yang sebenarnya memendam perasaan terhadap muslimah teman sekampusnya, sebut saja Ani. Rasa itu beratahun-tahun terpendam rapat dalam hatinya, hanya adiknya seorang yang ia beri tahu. Suatu saat, tiba-tiba guru ngajinya memanggilnya, mengatakan bahwa ada seorang muslimah yang sudah siap menikah, dan al-akh tersebut ditawarkan untuk segera 'maju'. Dan, muslimah tersebut ternyata adalah Ani!

Al-akh tersebut tersentak, seperti pucuk dicinta ulam tiba, tentu saja. Namun, pada saat yang sama, dia merasa ruhiyahnya sedang sangat drop, dengan berbagai masalah yang sedang melingkupi dirinya. Berat bagi dirinya untuk mengambil keputusan dalam kondisi ruhiyah kering kerontang seperti itu. Setelah menmpertimbangkan beberapa hari melalui istikhoroh, dia menghadap guru ngajinya dan berkata, "Ustad, afwan saat ini saya belum siap, silahkan ikhwan yang lain saja."

Subhanallah, dia memenangkan keimanannya, dengan pengorbanan melepaskan cinta pada tambatan hatinya yang telah ia pendam bertahun-tahun. Dia sangat takut, andaikata dia maju dalam kondisi ruhiyah berantakan seperti itu, maka pernikahan yang terjadi akan jauh dari keberkahan. Dia percaya, akan datang penggantinya yang lebih baik pada saat yang tepat, pada saat dia merasa siap, terutama secara ruhy. Subhanallah, wal hamdulillah..

Sungguh indah Allah menggambarkan pernikahan sebagai al-miitsaq ghoolidzo, ikatan yang kokoh. Ikatan yang diharapkan tak akan tercederai selamanya. Maka, sungguh indah pula perumpamaan yang Allah gambarkan:

Wanita yang (akhlaknya) buruk adalah untuk laki-laki yang (akhlaknya) buruk, dan laki-laki yang (akhlaknya) buruk untuk wanita yang (akhlaknya) buruk pula. Wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang baik-baik pula. (An-Nur 26)

MENGAPA ULAMA' BERBEDA PENDAPAT?

Saya menangkap kecenderungan sebagian rekan dalam mensikapi perbedaan pendapat ulama, antara lain, sebagai berikut:
1. Bingung dan kecewa dengan para ulama. Bukankah Islam itu satu, Allah itu ahad, Nabi Muhammad itu Nabi terakhir, dan Qur'an pun satu, lantas mengapa kok terjadi banyak perbedaan pendapat. Andaikan ulama mau kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis niscaya tidak akan ada lagi perbedaan pendapat itu.
2. Bersikap mencurigai perbedaan itu. Jangan-jangan ulama berbeda pendapat karena ada "pesanan" atau malah "tekanan".
Dalam merespon sikap-sikap seperti itu, saya akan sedikit menguraikan sebab-sebab perbedaan pendapat para ulama. Kita akan terkejut mendapati bahwa ternyata perbedaan pendapat itu justru karena berpegang pada Al-Qur'an dan Hadis; kita akan takjub mendapati bahwa perbedaan itu justru terbuka karena Al-Qur'an sendiri "menyengaja" timbulnya perbedaan itu. Kita akan temui bahwa ternyata perbedaan pendapat, dalam titik tertentu, adalah suatu hal yang mustahil dihapus.

Di antara sekian banyak "asbab al-ikhtilaf" para ulama, saya kutipkan sebagiannya:

1. Perbedaan dalam memahami al-Qur'an.
Al-Qur'an adalah pegangan pertama semua Imam Mazhab dan ulama. Hanya saja mereka seringkali berbeda dalam memahaminya, disebabkan:

a. Ada sebagian lafaz al-Qur'an yang mengandung lebih dari satu arti (musytarak). Contoh lafaz "quru" dalam QS 2: 228. Sebagian mengartikan dengan "suci"; dan sebagian lagi mengartikan dengan "haid". Akibat perbedaan lafaz "quru" ini, sebagian sahabat (Ibnu Mas'ud dan Umar) memandang bahwa manakala perempuan itu sudah mandi dari haidnya yg ketiga, maka baru selesai iddahnya. Zaid bin Tsabit, sahabat nabi yg lain, memandang bahwa dengan datangnya masa haid yang ketiga perempuan itu selesai haidnya (meskipun belum mandi). Lihatlah, bahkan para sahabat Nabi pun berbeda pendapat dalam hal ini. Ada ulama yang berpendapat bahwa tampaknya Allah sengaja memilih kata "quru'" sehingga kita bisa menggunakan akal kita untuk memahaminya. Soalnya, kalau Allah mau menghilangkan perbedaan pendapat tentu saja Allah dapat memilih kata yang pasti saja, apakah suci atau haid. Ternyata Allah memilih kata "quru" yang mngandung dua arti secara bahasa Arab.

b. Susunan ayat Al-Qur'an membuka peluang terjadinya perbedaan pendapat Huruf "fa", "waw", "aw", "illa", "hatta" dan lainnya mengandung banyak fungsi tergantung konteksnya. Sebagai contoh, huruf "FA" dalam QS 2:226-227 mengandung dua fungsi. Sebagian memandang huruf "FA" itu berfungsi "li tartib dzikri" (susunan dalam tutur kata). Sebagian lagi berpendapat bahwa huruf "FA" dalam ayat di atas berfungsi "li tartib haqiqi" (susunan menurut kenyataan). Walhasil kelompok pertama berpendapat bahwa suami setelah 'ila (melakukan sumpah untuk tidak campur dengan isteri), harus campur dengan isteri sebelum empat bulan, kalau sudah lewat empat bulan maka jatuh talak. Kelompok kedua berpendapat bahwa tuntutan supaya campur dengan isteri (untuk menghindari jatuhnya talaq) itu setelah lewat empat bulan.

c. Perbedaan memandang lafaz 'am - khas, mujmal-mubayyan, mutlak-muqayyad, dan nasikh-mansukh. Lafaz al-Qur'an adakalanya mengandung makna umum ('am) sehingga membutuhkan ayat atau hadis untuk mengkhususkan maknanya. Kadang kala tak ditemui qarinah (atau petunjuk) untuk mengkhususkannya, bahkan ditemui (misalnya setelah melacak asbabun nuzulnya) bahwa lafaz itu memang am tapi ternyata yang dimaksud adalah khusus (lafzh 'am yuradu bihi al-khushush). Boleh jadi sebaliknya, lafaznya umum tapi yang dimaksud adalah khusus (lafzh khas yuradu bihi al-'umum). Contoh yang pertama, Qs at-Taubah ayat 103 terdapat kata "amwal" (harta) akan tetapi tidak semua harta terkena kewajiban zakat (makna umum harta telah dikhususkan kedalam beberapa jenis harta saja). Contoh yang kedua, dalam QS al-Isra: 23 disebutkan larangan untuk mengucapkan "ah" pada kedua orangtua. Kekhususan untuk mengucapkan "ah" itu diumumkan bahwa perbuatan lain yang juga menyakiti orang tua termasuk ke dalam larangan ini (misalnya memukul, dan sebagainya).

Nah, persoalannya, dalam kasus lain para ulama berbeda memandang satu ayat sbb:

lafaz umum dan memang maksudnya untuk umum, atau
lafaz umum tetapi maksudnya untuk khusus; dan
lafaz khusus dan memang maksudnya khusus; atau
lafaz khusus tetapi maksudnya umum.
Begitu juga perbedaan soal mujmal-mubayyan, mutlak-muqayyad, nasikh-mansukh, para ulama memiliki kaidah yang mereka ambil dalam rangka untuk memahaminya (saya khawatir pembahasan ini malah menjadi sangat tekhnis, karena itu untuk jelasnya silahkan merujuk ke buku-buku ushul al-fiqh).

d. Perbedaan dalam memahami lafaz perintah dan larangan. Ketika ada suatu lafaz berbentuk "amr" (perintah) para ulama mengambil tiga kemungkinan:

al-aslu fil amri lil wujub (dasar "perintah" itu adalah wajib untuk dilakukan)
al-aslu fil amri li an-nadab (dasar "perintah" itu adalah sunnah untuk dilakukan)
al-aslu fil amri lil ibahah (dasar "perintah" itu adalah mubah untuk dilakukan) Contohnya lafaz "kulluu wasyrabuu" (makan dan minumlah) menggunakan bentuk perintah, tetapi yang dimaksud adalah mubah. Lafaz "fankihuu maa thaba lakum minn nisa'" (nikahilah wanita-wanita yg kamu sukai) juga menggunakan bentuk perintah. Nah, para ulama ada yg memandang bahwa itu adalah wajib (mazhab Zhahiri), dan ada yg memandang sunnah (jumhur ulama).
**
Ini lanjutan dari email yang kemarin. Semoga bermanfaat dan dapat memperjelas bahwa perbedaan pendapat dikalangan ulama itu bukan karena mereka memang suka berbantah-bantahan seperti ahlul kitab, tetapi karena teks nash sendiri memang membuka peluang timbulnya perbedaan pendapat.

Lanjutan sebab-sebab ulama berbeda pendapat:

2. Berbeda dalam memahami dan memandang kedudukan suatu hadis.
a. Kedudukan hadis
Para ulama sepakat bahwa hadis mutawatir itu merupakan hadis yang paling tinggi kedudukannya. Hadis mutawatir adalah hadis shahih yang diriwayatkan oleh orang banyak yang tidak mungkin berbohong. Masalahnya, para ulama berbeda dalam memahami "orang banyak" itu. Sebagian berpendapat jumlah "orang banyak" itu adalah dua orang, sebagian lagi mengatakan cukup empat orang, yang lain mengatakan lima orang. Pendapat lain mengatakan sepuluh orang. Ada pula yang mengatakan tujuh puluh orang (Periksa M. Taqiy al-Hakim, "Usul al-'Ammah li al-Fiqh al-Muqarin, h. 195).

Artinya, walaupun mereka sepakat akan kuatnya kedudukan hadis mutawatir namun mereka berbeda dalam menentukan syarat suatu hadis itu dikatakan mutawatir. Boleh jadi, ada satu hadis yang dipandang mutawatir oleh satu ulama, namun dipandang tidak mutawtir oleh ulama yang lain.

Begitu pula halnya dalam memandang kedudukan hadis shahih. Salah satu syarat suatu hadis itu dinyatakan shahih adalah bila ia diriwayatkan oleh perawi yang adil. Hanya saja, lagi-lagi ulama berbeda dalam mendefenisikan adil itu.

Nur al-Din 'Itr menyaratkan tujuh hal, Al-Hakim menyaratkan tiga hal. Yang menarik, al-Hakim memasukkan unsur : tidak berbuat bid'ah sebagai syarat adilnya perawi, namun Ibn al-shalah, Nur al-Din 'Itr, Al-Syawkani tidak mencantumkan syarat ini. Hampir semua ulama, kecuali al-Hakim, memasukkan unsur "memelihara muru'ah (kehormatan diri)" sebagai unsur keadilan seorang perawi.

Artinya, walaupun para ulama sepakat bahwa salah satu syarat suatu hadis dinyatakan shahih adalah bila hadis itu diriwayatkan oleh perawi yang adil, namun mereka berbeda dalam meletakkan syarat-syarat adil itu. Boleh jadi, satu hadis dinyatakan shahih karena perawinya dianggap adil oleh satu ulama (sesuai dg syarat adil yang dia susun), tetapi tidak dipandang adil oleh ulama yang lain (karena tidak memenuhi syarat adil yg dia yakini).

Persoalan lain adalah, bagaimana melakukan tarjih (memilih mana hadis yang paling kuat) diantara dua hadis yang saling bertentangan. Boleh jadi, sebagian ulama mengatakan hadis yang satu telah menghapus (nasikh) hadis yang satu lagi. Namun, sebagian ulama berpendapat bahwa boleh jadi hadis yang satu bersifat umum, sedangkan hadis yang lain bersifat mengecualikan keumuman itu.

Bagaimana bila teks hadis terlihat seakan-akan bertentangan dengan teks Qur'an. Sebagian ulama langsung berpegang pada teks Qur'an dan meninggalkan teks hadis (ini yang dilakukan mazhab Zhahiri ketika tidak mengharamkan pria memakai cincin dari emas), akan tetapi sebagian lagi mengatakan bahwa hadis merupakan penjelas maksud ayat, sehingga tidak perlu meninggalkan salah satunya, tetapi menggabungkan maknanya (ini yang dilakukan jumhur ulama ketika mengharamkan pria memakai cincin dari emas).

b. makna suatu hadis
Hadis Nabi mengatakan, "La nikaha illa biwaliyyin" (tidak nikah melainkan dengan wali). Namun mazhab Hanafi memandang bahwa huruf "la" dalam hadis diatas itu bukan berarti tidak sah nikahnya namun tidak sempurna nikahnya. Mereka berpandangan bahwa sesuatu perkara yang ditiadakan oleh syara' dengan perantaraan "la nafiyah", haruslah dipandang bahwa yang ditiadakannya itu adalah sempurnanya; bukan sahnya. Sedangkan mazhab Syafi'i berpendapat adanya huruf "la nafiyah" itu menunjukkan tidak sahnya nikah tanpa wali.

Contoh lain, apakah persusuan diwaktu dewasa juga menyebabkan status mahram? Sebagian ulama mengatakan iya, karena berpegang pada hadis Salim yang dibolehkan Rasul menyusu ke wanita yang sudah dewasa (padahal si Salim ini sudah berjenggot!) sehingga terjadilah status mahram antara keduanya. Namun, sebagian ulama memandang bahwa hadis ini hanya khusus berlaku untuk Salim saja (sebagai rukhshah) bukan pada setiap orang dewasa. Apalagi ternyata ditemukan hadis lain dari Aisyah yang menyatakan bahwa persusuan yg menyebabkan kemahraman itu adalah disaat usia kecil (karena bersifat mengenyangkan). Hanya saja, sebagian ulama memandang cacat hadis Aisyah ini karena ternyata Aisyah sendiri tidak mengamalkan hadis yang dia riwayatkan sendiri. Aisyah justru berpegang pada hadis Salim.

Hal terakhir ini menimbulkan masalah lagi: jika suatu perawi meriwayatkan suatu hadis, namun ia sendiri tidak mengamalkan apa yang diriwayatkannya, apakah hadis itu menjadi tidak shahih ataukah hanya perawinya sendiri yang harus disalahkan. Sebagian ulama memandang bahwa hadis itu langsung cacat, sedangkan sebagian lagi memandang bahwa hadisnya tetap shahih hanya perawinya saja yang bersalah karena tidak mengamalkan hadis yang dia riwayatkan sendiri.

**
Ini lanjutan dari dua mail sebelumnya. Sekedar mengingatkan, pada dua email sebelumnya saya sudah menunjukkan bahwa semua ulama berpegang teguh pada Al-Qur'an dan hadis, namun Al-Qur'an dan Hadis memang "membuka peluang" adanya perbedaan pemahaman dan perbedaan pendapat dikalangan ulama.

Pada mail kali ini saya akan menyampaikan sebab ketiga para ulama berbeda pendapat, yaitu perbedaan dalam metode berijtihad (manahij al-ijtihad atau turuqul istinbath).

3. Perbedaan dalam metode ijtihad
A. Sejarah singkat
Sejak masa sahabat sudah ada dua "mazhab" di kalangan mereka. Pertama, mereka yang lebih menekankan pada teks nash secara ketat. Diantara mereka adalah Ali bin Abi Thalib dan Bilal. Kedua, mereka yang menaruh unsur rasio dan pemahaman secara luas dalam memahami suatu nash. Kelompok kedua ini diantaranya adalah Umar bin Khattab dan Ibnu Mas'ud.

Dalam perkembangan selanjutnya, kedua kelompok ini menyebar dan memiliki pengaruh masing-masing. Kelompok pertama berkumpul di sekitar daerah Hijaz, sedangkan kelompok kedua berkumpul di daerah Kufah. Sejarah kemudian menceritakan kepada kita bahwa Imam Malik bin Anas tinggal di Madinah (termasuk daerah Hijaz) dan Imam Abu Hanifah tinggal di Kufah.

Imam Malik berada di lingkungan di mana masih banyak terdapat sahabat Nabi. Sedangkan Imam Abu Hanifah, sebaliknya, tinggal di lokasi di mana sedikit sekali bisa dijumpai sahabat Nabi. Fakta geografis ini menimbulkan perbedaan bagi kedua Imam dalam merespon suatu kasus.

Imam Malik bukan saja lebih banyak menggunakan hadis Nabi (yang dia terima melalui sahabat Nabi di Madinah) dibanding rasio, tetapi juga menaruh amal penduduk Madinah sebagai salah satu sumber hukumnya. Imam Abu Hanifah sangat membuka peluang penggunaan rasio dan sangat selektif (artinya, dia membuat syarat yg amat ketat) dalam menerima riwayat hadis (lebih-lebih sudah mulai berkembang hadis palsu di daerahnya). Sebagai jalan keluar dari sedikitnya hadis yang ia terima, maka Imam Abu Hanifah menggunakan Qiyas dan istihsan secara luas.

Imam Malik memiliki murid bernama Imam Syafi'i. Yang disebut belakangan ini juga nanti memiliki murid bernama Imam Ahmad bin Hanbal. Ketiganya dapatlah disebut sebagai pemuka "ahlul hadis" di Hijaz. Sedangkan Imam Abu Hanifah memiliki murid bernama Abu Yusuf dan Muhammad (nanti Imam Syafi'i berguru juga pada muridnya Muhammad, namun Imam Syafi'i lebih cenderung pada kelompok Hijaz). Kelompok Kufah kemudian dikenal dengan sebutan "ahlur ra'yi".

Harus saya tambahkan bahwa mazhab dalam fiqh tidak hanya terbatas pada empat Imam besar itu saja. Tetapi banyak sekali mazhab-mazhab itu (konon sampai berjumlah 500). Hanya saja sejarah membuktikan bahwa hanya empat mazhab itu yang bisa bertahan dan memiliki pengaruh cukup luas di dunia Islam, ditambah sedikit pengikut mazhab Zhahiri dan mazhab Ja'fari.

B. Metode Ijtihad
B.1. Imam Abu Hanifah

Berpegang pada dalalatul Qur'an
Menolak mafhum mukhalafah
Lafz umum itu statusnya Qat'i selama belum ditakshiskan
Qiraat Syazzah (bacaan Qur'an yang tidak mutawatir) dapat dijadikan dalil
Berpegang pada hadis Nabi
Hanya menerima hadis mutawatir dan masyhur (menolak hadis ahad kecuali diriwayatkan oleh ahli fiqh))
Tidak hanya berpegang pada sanad hadis, tetapi juga melihat matan-nya
Berpegang pada qaulus shahabi (ucapan atau fatwa sahabat)
Berpegang pada Qiyas
mendahulukan Qiyas dari hadis ahad
Berpegang pada istihsan
B.2. Imam Malik bin Anas

Nash (Kitabullah dan Sunnah yang mutawatir)
zhahir Nash
menerima mafhum mukhalafah
Berpegang pada amal perbuatan penduduk Madinah
Berpegang pada Hadis ahad (jadi, beliau mendahulukan amal penduduk Madinah daripada hadis ahad)
Qaulus shahabi
Qiyas
Istihsan
Mashalih al-Mursalah
B.3 Imam Syafi'i

Qur'an dan Sunnah (artinya, beliau menaruh kedudukan Qur'an dan Sunnah secara sejajar, karena baginya Sunnah itu merupakan wahyu ghairu matluw). Inilah salah satu alasan yang membuat Syafi'i digelari "Nashirus Sunnah". Konsekuensinya, menurut Syafi'i, hukum dalam teks hadis boleh jadi menasakh hukum dalam teks Al-Qur'an dalam kasus tertentu)
Ijma'
hadis ahad (jadi, Imam Syafi'i lebih mendahulukan ijma' daripada hadis ahad)
Qiyas (berbeda dg Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i mendahulukan hadis ahad daripada Qiyas)
Beliau tidak menggunakan fatwa sahabat, istihsan dan amal penduduk Madinah sebagai dasar ijtihadnya
B.4. Imam Ahmad bin Hanbal

An-Nushush (yaitu Qur'an dan hadis. Artinya, beliau mengikuti Imam Syafi'i yang tidak menaruh Hadis dibawah al-Qur'an)
menolak ijma' yang berlawanan dengan hadis Ahad (kebalikan dari Imam Syafi'i)
menolak Qiyas yang berlawanan dengan hadis ahad (kebalikan dari Imam Abu Hanifah)
Berpegang pada Qaulus shahabi (fatwa sahabat)
Ijma'
Qiyas
Kalau kita susun empat Imam mazhab itu menurut banyaknya menggunakan rasio maka urutannya adalah:

Imam Abu Hanifah
Imam Syafi'i
Imam Malik
Imam Ahmad bin Hanbal
Kalau disusun menurut banyaknya menggunakan riwayat:

Imam Ahmad bin Hanbal
Imam Malik bin Anas
Imam Syafi'i
Imam Abu Hanifah
(Bagi yang ingin mendalami metode ijtihad para ulama saya merekomendasikan Muhammad Salam Madkur, "Manahij al-Ijtihad fi al-Islam", Kuwait, al-matba'ah al-'Asriyah al-Kuwait, Jami'ah al-Kuwait, 1984)

Demikianlah sebab-sebab para ulama berbeda pendapat. Kalau saya boleh menyimpulkan maka ada dua sebab utama:

Sebab internal, yaitu berbeda dalam memahami al-Qur'an dan Hadis serta berbeda dalam menyusun metode ijtihad mereka
Sebab eksternal, yaitu perbedaan sosio-kultural dan geografis
Persoalannya sekarang, bagaimana kita mensikapi perbedaan pendapat di antara ulama? Kalau kita sudah tahu bahwa keragaman pendapat ulama itu juga merujuk pada al-Qur'an dan Hadis, maka silahkan anda pilih pendapat yang manapun. Yang lebih penting lagi, janganlah cepat berburuk sangka dengan keragaman pendapat di kalangan ulama.

Jangan sembarangan menuduh mereka sebagai ulama pesanan ataupun ulama yang ditekan pemerintah. Juga jangan cepat-cepat menilai salah fatwa ulama hanya karena fatwa tersebut berbeda dengan selera ataupun pendapat kita.

Mengapa kita harus mengukur dalamnya sungai dengan sejengkal kayu? Sayang, kita suka sekali mengukur kedalaman ilmu seorang ulama hanya dengan sejengkal ilmu yg kita punya.

Di sisi lain, ulama pun tetap manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan. Rasulullah sendiri mengakui bahwa akan ada orang yang salah dalam berijtihad, namun Rasulullah mengatakan tetap saja Allah akan memberi satu pahala bagi yang salah dalam berijtihad, dan dua pahala bagi yang benar dalam ijtihad.

Masalahnya, Apakah kita punya hak untuk menilai salah-benarnya ijtihad ulama itu? Bukankah hanya Allah Hakim yang paling adil?

manfaat rokok

Pada salah satu acara di sebuah kantor, peserta yg perokok berkumpul di smoking area utk memenuhi hajatnya. Di tengah mereka memainkan asap rokok dg obrolan ngalor-ngidul tiba2 Sang Bos menghampiri...
Bos: "Kalian masih aktif jadi perokok ya, di kantor dan orang2 kita banyak lho yg sudah berhenti merokok!"
Para perokok serentak mengajukan argument2 pembenarannya mengapa mereka masih merokok tapi ada salah satu perokok yg sempat ditanggapi oleh sang Bos dg serius.
Kira2 demikian ceritanya :
Perokok: "sy masih merasakan ada 3 manfaat merokok, hingga sy masih aktif merokok"
"Lho apa yg kalian rasakan sih dg merokok?!" tanggap Bos dg rasa herannya
Perokok : " Manfaat pertama, dg merokok rumah kita bisa terhindar dr bahaya kemalingan..."
" Apa kaitannya rokok dg maling" bos menimpali
Perokok : "Lha iya pak, pd saat maling mau beraksi tiba2 sang perokok terbatuk dlm tidurnya maling akan mengurungkan niatnya karena disangka si tuan rumah masih melek."
"Terus.." Bos penasaran
Perokok :" Manfaat kedua, terhindar dari godaan syaetan. Karena pd saat mau menggoda, si syaetan sudah ketakutan duluan..."
"Ngaco kamu.."tukas Bos
"Lha iya Pak, karena syetan itu terbuat dari api sedangkan perokok malah menghisap api."jawab si perokok sambil ketawa dan tanpa menunggu lg dia melanjutkan argumennya
"Manfaat yg ketiga, perokok itu awet muda Pak"
"Dasar dari mana itu, ngawur aja kamu!" Balas Bos
Perokok : "Lha wong belum tua udah mati duluan!?"
Manfaat ke empat : Karena Syetan pada dibelenggu di bulan Romadhon, sementara perokok termasuk AHLI HISAP (Ahli Hisab kan yg menentukan datangnya bulan Romadhon..) jadinya syetan takut dibelenggu.
manfaat kelima tidak perlu belajar ilmu hisab lagi.. Sang Bos menanggapi dengan geleng-geleng kepala sambil meninggalkan kerumunan para perokok

Kamis, 09 Juni 2011

ZINA

sebuah syair mengatakan:

kadang peristiwa besar bermula dari hal-hal kecil
permulaannya memandang, lalu tersenyum, kemudian menyapa, lalu mengobrol, lantas janjian, kemudian berkencan, dan akhirnya berzina

Bagi yang sudah terlanjur berbuat dosa maka bertaubatlah dan jangan putus asa, Allah pasti mengampuni hambanya yang bertaubat dan memohon ampun ^_

DOA

Bila hati kami kotor, sucikanlah. Bila hati terluka perih, sembuhkanlah. Ubahlah kesedihan siapapun menjadi kebahagiaan, ubahlah setiap air mata yang mengalir menjadi karuniaMu dalam hidup kami. Berikanlah kami kekuatan untuk membalas kebencian dengan senyuman. Ya اللّÙ‡ُ, sayangilah kami & berkahilah apa yg telah Engkau anugerahkan kpd kami dgn menjauhkannya dari segala penderitaan..Aamiin..

PERPISAHAN BUKANLAH SUATU KESEDIHAN

Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab
apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari
kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran. :)

RINDU DAN MENCARI CINTA

Hanya Orang Yang Memiliki Rindu Yang Dapat Merasakan Indahnya Sebuah Pertemuaan... Hanya Orang Yang Pernah Kehilangan Yang Dapat Merasakan Indahnya Sebuah Kebersamaan... Hanya Orang Yang Pernah Terluka Yang Merasakan Betapa Berartinya Cinta & Kasih Sayang... Mencinta Itu Mudah Tapi Mencari Yang Tepat Untuk Di Cintai Itu Sangat Sulit..

12 KALIMAT PENGINGAT

"J A N G A N"

12 kata "JANGAN" yg perlu dihindari : 1. Jangan menunggu BAHAGIA baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia. 2. Jangan menunggu KAYA baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya. 3. Jangan menunggu terMOTIVASI baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi. 4. Jangan menunggu diPEDULIkan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain, maka kamu akan dipedulikan. 5. Jangan menunggu orang MEMAHAMI kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu. 6. Jangan menunggu terINSPIRASI baru menulis tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu. 7. Jangan menunggu PROYEK baru bekerja, tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu. 8. Jangan menunggu diCINTAI baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai. 9. Jangan menunggu banyak UANG baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah,. bukan sekadar uang yang datang tapi juga rejeki yang lainnya. 10. Jangan menunggu CONTOH baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti. 11. Jangan menunggu SUKSES baru bersyukur. tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu. 12. Jangan menunggu BISA baru melakukan, tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

HAMBA

Sebesar manapun pangkat dan kedudukan, sekaya manapun harta dan uang yang dikumpulkan, kita tetap HAMBA kepada yang maha ESA...

PAKAIAN YANG INDAH

Pakaian cantik menghiasi tubuh, kdg2 sampai terlupa pakaian yg cantik itu bisa mengundang murka Allah bila ia terbelah kainnya kerana tak cukup benang... terlalu sikit kain yang digunakan hingga tak dapat nak tutup tempat yg Allah suruh tutup. SADARLAH BILA AJAL MENJEMPUT, HANYA SELIMUT PUTIH YG MEMBALUT BADAN

BENAR DAN BENCI

"katakanlah KEBENARAN walau ia pahit ditelan......
biarpun dirimu menjadi hinaan penduduk bumi......
berbangalah kerana dirimu mnjadi pujian penduduk langit......''

BELAJAR

★ Dari Semut kita belajar sikap KERJASAMA ★
★ Dari API kita belajar untuk BERANI MENGHADAPI COBAAN ★

★ Dari IBU kita belajar MENGASIHI ★
★ Dari AYAH kita belajar KEIKHLASAN ★
...
★ Dari TEMAN kita belajar MEMAHAMI ★
★ Dari KESALAHAN kita belajar menjadi manusia yang lebih BAIK ★

CARA MENGHILANGKAN KEKIKIRAN

"jikalau anda hendak menghilangkan kekikiran dan kerakusan, maka anda harus memusnahkan dulu ibunya, yaitu kemewahan"

INTROPEKSI

sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tdk baik,
pikirkan ttng seseorang yang tdk dpt berbicara sama sekali
Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
pikirkan tentang seseorang yang tdk punya apapun utk dimakan.
Sebelum kamu menunjukkan jari& menyalahkan orang lain,
...ingatlah bahwa tdk ada seorangpun yang tdk berdosa...
Sebelum berbuat/bertindak fikirkanlah matang2& syukurilah apa2 yg ada ^_^

PENYESALAN

Jika esok nafas ini terhenti, mungkin sujud hari ini begitu bererti. Jika menangis di hujung hari adalah penyesalan, mungkin hari ini adalah lentera-lentera harapan. Kerana kita hanya singgah sebentar di sini, maka perbaikilah segala sesuatu selagi kita memiliki....

ingat 2 hal dan lupakan 2 hal

"Ingatlah 2 hal & lupakanlah 2 hal; ingatlah Allah & kematian. Lupakanlah kebaikanmu terhadap orang lain & keburukn orang lain terhadapmu"
insyaAllah perasaanmu akan selalu tenang"

dosa

Siapapun Manusia Tau Apa Itu Dosa...Tetapi Kebanyakannya Tidak Merasakan Telah Melakukannya Ibarat Semut Hitam Diatas Batu Hitam Dan Berjalan Pada Malam Hari.....Merasa Dosanya Lenyap Ditelan Masa...
Mudah2an Kita Selalu Sadar dan Terjaga Serta Waspada Kpd Perbuatan Kita Yg Membuat Berdampak Buruk Di kemudian Hari...
Petunjuk dan Pertolongan Allah mudah2an selalu menyertai kita

Senin, 06 Juni 2011

Orang yang tertipu dengan imannya

Barang siapa yangn mengakui 3 perkara tetapi tidak mensucikan dengan 3 perkara maka ia termasuk dalam oranng-orang yang tertipu
  1.  Orang yang mengaku kemanisan berzikir kepada Allah, tetapi ia mencintai dunia
  2.  Orang yang megakui cinta ikhlas dalam beramal, tetapi ia ingin mandapat sanjungan dari manusia
  3.  Orang yang mengakui cinta kepada Tuhan yang menciptakannya, tetapai ia tidak berani  merendahkan dirinya
Rasulullah telah bersabda: akan datang pada umatku  5 hal  melupakan kepada yang 5 :
  1. Mereka cinta kepada dunia, tetapi merekla lupa kepada akhirat
  2. Mereka cinta kepada harta, tetapi mereka lupakepada hisab
  3. Mereka cinta kepada makhluk, tetapi mereka lupa kepada sang Kholiq
  4. Mereka cinta kepada dosa, tapi mereka lupa untuk bertaubat
  5. Mereka cinta kepada gedung gedung mewah, tetapi mereka lupa akan kubur,


     Apakah kita termasuk orang yang tertipu ya?......

Kelebihan Umat Rosulullah menurut Nabi Adam

Disebutkan Bahwa nabi Adam telah berkata," sesungguhnya Allah swt  telah memberikan kepada umat Muhamad 4 kemulian yang tidak diberikan kepadaku yaitu:
1. Taubatku hanya diterima di kota Mekah, sementara Taubat umat Nabi Muhammad saw diterima di sembarang tempat oleh Allah
2. Pada mulanya aku berpakaian, tetapi setelah aku berbuat durhaka kepada Allah maka ALlah telah menjadikan ku telanjang, Umat Muhammad membuat durhaka dengan telanjang, tetapi Allah memberi mereka pakaian
3. Ketika aku telah berdurhaka kepada Allah maka Allah telah memisahkan aku dengan istriku, tetapi umat Muhammad berbuat duhaka, Allah tidak memisahkan istri mereka
4. Memang benar aku telah durhaka kepada Alah dalam syurga dan aku dikeluarkan dari surga, tetapi Umat Muhammad durhaka kepada Allah akan dimasukkan kedalam surga apabila mereka bertaubat kepada Allah

Minggu, 05 Juni 2011

10 JENIS SHOLAT YANG TIDAK DITERIMA OLEH ALLAH SWT

Rosulullah SAW telah bersabda yang bermaksud:siapa yang memelihara sholat, maka sholat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat, dan barang siapa yang tidak memelihara sholat, maka sesunggguhnya itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya,"( Tabyinul Mahaarim)
Rosulullah SAW bersabda  bahwa : 10 orang yang sholatnya tidak diterima oleh Allah antaranya;
 1. Orang laki-laki yang sholatnya sendirian tanpa membaca sesuatu
 2. Orang laki-laki yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat
 3. Orang laki-laki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum          membencinya
 4. Orang laki-laki yang melarikan diri
 5. Orang laki-laki yang minum arak atau minum miras tanpa mau meninggalkannya
 6. Orang perempuan yang suaminya marah padanya
 7. Orang perempuan yang mengerjakan sholat tanpa memakai tudung
 8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zhalim, suka menganiaya

 9. Orang -orang yang suka makan riba'
10. Orang yang sholatnya tidak dapat menahannya dari melakukan  perbuatan yang keji dan mungkar
Sabda Rosulullah yang bermaksud : barang siapa yang sholatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan  perbuatan yang keji dan mungkar , maka sesungguhnya sholat itu hanya menambahkan kemurkaan Allah dan jauh dari Allah
Hasan r.a berkata : kalau sholat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakuakan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat, dan pada hari kiamat nanti sholatmu nanti akan dilemparkan semula kearah mukamu seprti satu bungkusan kain tebal yang buruk.


naudzubillahi min dzalik......

anak kecil yang takut api neraka

dalam sebuah riwayat menyatakan bahwa ada seorang laki-laki tua sedang berjalan jalan di tepi sungai,ketika ia berjalan-jalan dia terpandang seorang anak kecil sedang mengambil wudhu' sambil menangis.
Apabila orang tua itu melihat anak itu menangis orang tua itupun berkata," Wahai anak kecil kenapa kamu menangis?"
maka berkata anak kecil itu," Wahai pakcik saya telah membaca ayat Al-Quran sehingga sampai ayat yang berbunyi." Yaa ayyuhalladziina aamanuu quu anfusakum"yang artinya: hai orang2 yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu, "saya manangis karena saya takut akan dimasukkan kedalam api neraka."
Berkata orang tua itu."Wahai nak, jangan lah kamu takut ,sesunggguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan kedalam api neraka."
Berkata anak kecil itu,"Wahai pakcik, pakcik adalah orang yang berakal,tidakkah pakcik lihat kalau orang menyalakan api , maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil terlebih dahulu, kemudian baru mereka meletakkan ranting atau kayu yang besar.
jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar terlebih dahulu sebelum dibakar orang yang dewasa.",
Berkata orang tua itu, sambil menangis," sesungguhnya anak kecil ini lebih takut kepada neraka dari pada orang yang dewasa, maka bagaimanakah keadaan kami nantinya?,,,


maka bagaimanakah dengan kita nantinya??????


Sabtu, 04 Juni 2011

OrangTua Dan Anak

tok-tok-tok.....
assalamualaikum,,,,,
aku bergegas melihat siapa yang mengetuk pintu tersebut, ternyata seorang ibu-ibu tua yang telah ditinggal suaminya , boleh dikatakan juga janda tua....
wa'alaikum salam,,,, silahkan masuk bu,,, silahkan duduk,,,,
kemudian ia duduk dan tanpa basa-basi ia langsung bercerita keluh kesahnya terhadap anak-anaknya,,,,
begini nak ibu memiliki 4 orang anak, dan mereka semuanya sudah menikah, ketika mereka kecil mereka begitu amat sangat menggemaskan dan selalu membuatku tersenyum, walaupun tingkah laku merekayang selalu membuatku lelah, ya,,,,, namanya juga anak-anak,,,,
tapi,,,, ketika mereka meranjak dewasa dan sudah menikah,,,, mereka telah lupa terhadapku,,, jangankan mengharapkan mereka mengirim uang untukku,,,, menelpon saja tidak, bahkan mereka datang bila ada maunya saja,,,, mereka datang bila ingin meminjam uang, padahal apa yang bisa diharapkan dari diriku, aku hanyalah seorang wanita tua dan janda yang tidak memiliki pekerjaan, seharusnya mereka yang harus memberikanku uang, karena usiaku yang tidak memungkinkanku untuk bekerja,,,,
mereka meminjam uang dengan alasan ingin memperbahaurui rumah mereka, padahal rumah mereka sudah bagus, mereka tak pernah memperhatikan rumah yang aku tempati, saat ini rumahku sudah tua dan juga bocor disana sini,,,,,,
    apakah semua orang ketika ia meranjak dewasa dan telah menikah ia akan melupakan orang tuanya?,,,,
dan selalu memikirkan rumah tangga yang ia jalani, tanpa memikirkan jerih payah dan susahnya orang tua mendidik dan mengurusnya hinga ia dewasa, hingga ia bisa seperti saat ini,..... pasti akan ia rasakan ketika ia memiliki anak nantinya,,,,,
     nak,,,, kamu sudah ibu anggap seperti anak sendiri,,,, ibu harap kamu jangan seperti anak-anak ibu, walaupun kamu menikah nantinya, ingatlah pada orang tuamu  sampai akhir hayatnya dan hayatmu,,,,  susah payah dalam mengurus anakmu ketika engkau memiliki anak,,,,  itu juga susah payah ibumu ketika ia mengurusmu,,,,
      ibu hanya tidak ingin apa yang ibu rasakan pada saaat ini dirasakan oleh ibumu, itu amat sangat pahit,,, dan ibu juga tidak ingin apa yang ibu rasakn pada saat ini engkau rasakan ketika engkau tua nanti,,,,,,
     Aku terdiam dan  meneteskan air mata sambil membayang kan wajah kedua orang tuaku, dan membayangkan usaha mereka selama ini, mulai dari bangun subuh,,, memasak,mencari nafkah,memikirkan sekolahku dan banyak hal lainnya yang tak sanggup u sebutka, dan aku tak sanggup membayangkan tingkah laku ku selama ini terhadap orang tuaku,,,, dan aku membayangkan juga bagaimana ketika aku menjadi seorang ayah dan seorang suami dari istriku,,,, aku mulai menanamkan dalam diriku, ketika aku menikah nantinya, kehidupanku tidak 100 persen untuk anak dan istriku, aku juga memiliki kewajiban terhadap orang tuaku, karena tanpa usahanya, aku tak akan bisa seperti ini,,, dan tak akan bisa tumbuh dewasa,,,,,,
    Nak,,,, nak,,,, kok menangis,,,,, ibu salah ngomong ya,,,,,,
aku terkejut dan langsung tersadar, gak bu,,, saya hanya membayangkan bila itu terjadi pada saya,,,, sungguh amat durhakanya saya.
   saya juga mohon doa pada ibu ketika saya menikah nantinya itu tidak terjadi  pada saya, dan ibu juga sudah saya anggap seperti ibu saya,,,, yasudahlah nak, ibu hanya ingin mencari teman cerita, dan hanya kamu lah yang ibu anggap cocok, kini hati ibu sudah lega , karena unek-unek dalam diri ibu sudah keluar semuanya, yang ibu harapkan itu tidak terjadi padamu,,,


pesan: ketika kita beranjak dewasa nantinya, dan telah membangun sebuah keluarga, ingatlah tanggung jawab kita bukan hanya pada anak  dan istri kita saja, tapi kepada orang tua juga , karena tanpa ada peranan orang tua, kita tidak bisa  menjadi seperti saat ini,dan tidak bisa beranjak dewasa







Jumat, 03 Juni 2011

sayang dan cinta

cinta harus saling mempercayai satu sama lainnya,,,
cinta tak harus memiliki,, mungkin kata orang itu hal yang konyol... namun bagi ku itu adalah hal yang amat sangat benar,
bila engkau mencintainya berarti engkau menyayanginya,,, menyayangi,,,, apa sih makna menyayangi ,,,,
bagiku, bilaku menyayangi seseorang berartri aku tak ingin melihat orang yang kusayangi bersedih,,,,
dan aku bahagia bila orang yang kusayangi bahagia,,, itulah makna sayang bagiku.
walaupun ia bersama orang lain,,, mungkin orang lain itu yang terbaik baginya, dan ia bahagia dengan orang tersebut
mungkin hatik kecilku terluka dan menangis,,, namun luka dan tangisan itu hilang karna  ku melihat ia bahagia,,, dan hati kecilku tersenyum karna melihat ia tersenyum,,,, itu sudah cukup bagiku
aku mencintainya,,, berarti aku ingin melihatnya bahagia,, dan ingin melihatnya tersenyum
dan ku tak ingin melihatnya bersedih, tertekan dan terikat yang mana ikatan tersebut membuat ia tak bahagia,,,
aku menyayangimu... berarti aku harus melakukan yang terbaik untukmu.... agar engkau selalu bahagia dan tersenyum,,,
aku bahagia bila engkau bahagia,,, walaupun pada diriku pahit
aku sedih bila engkau sedih ,,,
ku lakukan karna ku menyayangimu dan mencintaimu,,,,
walaupun aku tak mendapatkan mu

mutiara cinta

Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 th. Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki2 lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya.
Setelah pertemuan pertama dimana saya memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya. Dia sangat pendiam... dia hanya mendengarkan apa yg saya katakan. Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya ttg apa saja.
Di sekolah, kami memiliki teman2 yg berbeda tapi ketika kami pulang ke rumah, kami selalu berbicara ttg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari, saya bercerita kepadanya ttg anak laki2 yg saya sukai tetapi telah menyakiti hati saya.... Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres. (All is well)
Dia memberikan kata2 yg mendukung dan membantu saya utk melupakannya. Saya sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu bahwa sesungguhnya ada yg lainnya dari dirinya yg saya suka. Saya memikirkannya malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan.
Selama SMA dan semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu yg lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri2, sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya. Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk mengatakannya.
Malam itu adalah kesempatan terbesar yg saya miliki tapi saya hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap2 tentang cita2 kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita ttg impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yg dapat saya lakukan hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia.
Saya pulang ke rumah dgn terluka krn saya tidak mengatakan perasaan saya yg sebenarnya. Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut. Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.
Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu bersama2 dengan seseorg. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yg sama saya sangat bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih krn saya menyadari ia pergi utk pekerjaan besarnya. Jadi... saya menyimpan perasaan saya utk diri saya sendiri dan melihatnya pergi dgn pesawat.
Saya menangis ketika saya memeluknya krn saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke rumah malam itu dan menangis. Saya merasa terluka krn saya tidak mengatakan apa yg ada di hati saya.
Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris dan akhirnya menjadi seorg analis komputer. Saya sangat bangga dgn prestasi saya. Suatu hari saya menerima undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat yg bersamaan.
Skr saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu adalah sebuah peristiwa besar. Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali lagi saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yg seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang2 malam itu, tapi sangat menyakitkan hati melihat dia begitu bahagia dan saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yg ada di hati saya.
Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yg tepat. Sebelum saya berangkat... tiba2 dia muncul dan mengucapkan salam perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dgn saya. Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yg terjadi di New York.
Kehidupan saya harus terus berjalan. Tahun2 berlalu... kami saling menulis surat dan bercerita mengenai segala hal yg terjadi dan bagaimana dia merindukan utk berbicara dgn saya.
Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6 surat kepadanya..
Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 saya menerima sebuah catatan kecil yg mengatakan : "Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap2"
Saya pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya tetapi dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami kesulitan utk bernafas. Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraian dan mengapa dia tidak pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tak dapat menangis lagi... Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa ttg apa yg telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak dapat mengatakan kepadanya bagaimana perasaan saya yg sesungguhnya kepadanya.
Hari2 berikutnya... dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya. Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia berjanji utk menemui saya setiap kali dia mendapat libur.
Saya tak dapat menunggu saat dia datang sehingga saya dpt bersamanya. Kami selalu bergembira ketika sedang bersama. Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telah dijanjikan. Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya melupakannya. Suatu hari saya mendapat sebuah telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa ia telah meninggal dlm sebuah kecelakaan mobil dlm perjalanan ke airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini
Skrg saya tahu... mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis semalaman. Air mata kesedihan dan kepedihan. Bertanya2 mengapa hal ini bisa terjadi terhadap seseorg yg begitu baik spt dia ? Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New York utk pembacaan surat wasiatnya. Tentu saja semuanya diberikan kepada keluarganya dan mantan istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia. Apapun yg dia kerjakan... tidak bisa membuat suaminya bahagia spt saat pesta pernikahan mereka. Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya yg diberikan kepada saya adalah sebuah diary.
Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir... Mengapa ini diberikan kepada saya ?
Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika saya di pesawat, saya teringat saat2 indah yg kami miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu. Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta kepada saya di hari ketika saya patah hati.
Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali2, tetapi takut. Diary itu bercerita ketika dia ke New York dan jatuh cinta dgn yg lain. Bagaimana dia begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dengan saya di hari pernikahannya.
Dia berkata bahwa ia membayangkan bahwa itu adalah pernikahan kami. Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan istrinya. Saat2 terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi huruf yg saya tulis kepadanya.
Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan, "Hari ini saya akan mengatakan kepadanya kalau saya mencintainya "
Itu adalah hari dimana dia terbunuh. Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yg sesungguhnya ada dlm hatinya.