Aku mulai mencoret kertas ku dengan coretan yang tak berguna, tapi aku merasa lega setelah mencoret kertasku dengan tinta kehidupanku,,, aku terus bertanya, apa makna kehidupan?,apakah kehidupan ini sebuah permainan?, atau sebuah ujian?, atau hanya sekedar pormalitas, yang hanya menunjukkan kekusaan sang pencipta?
Pada suatau hari aku mengamati orang-orang yang ada di sekitarku, seolah-olah aku menonton televisi terkadang aku tersenyum, terkadang aku bersedih, dan terkadang aku tak memahaminya sama sekali, aku melihat orang disekitarku seperti orang gila,terkadang mereka tertawa, berbicara dan tersenyum sendiri, ada pula yang menyendiri, dan setelah itu aku menjumpai seorang kerabat dekatku dan aku bertanya padanya. Wahai saudaraku aku ingin bertanya sesuatu, engkau telah hidup di dunia ini apakah engkau memahami makna kehidupan?, dia berkata mengapa engkau bertanya demikian?. Karena aku telah hidup di dunia ini dan aku tak memahami sama sekali makna kehidupan, kemudian ia menjawab. “Orang yang waras itu adalah orang yang gila”. Aku bingung kenapa jawabanmu seperti itu?.Karena engkau adalah orang yang memahami kehidupan, ketika seseorang memahami sesuatu maka ia akan mencari tau agar ia tak salah dalam memahami dan ia akan terus mencari tahu agar ia benar-benar memahaminya, sama seperti kau pada saat ini, ketika engkau melihat seseorang tertawa,berbicara, dan marah-marah sendiri, apa yang terjadi padamu?, bukankah engkau juga tertawa melihat tingkah manusia yang lucu dan beraneka ragam itu, sadarkah engkau pada saat yang bersamaan, engkau tersenyum sendiri seperti orang gila,engkau tak berbeda dengan mereka yang telah kau lihat,
Kita lihat para ahli sufi, banyak orang mengatakan bahwa mereka itu gila.Kenapa demikian?, karena mereka benar-benar memahami makna kehidupan, dengan banyak memahami maka akan semakin banyak ilmu didapati, dengan semakin banyak ilmu yang di dapati maka akan semakin tinggi karomah yang dimilikinya yang diberikan tuhan kepadanya,
Kita lihat para penemu pesawat,radio,televisi dan lain-lain, pada awalnya mereka dikatakan gila oleh orang-orang disekelilingnya, karena keinginan mereka yang aneh,serta tingkah laku mereka. Ha manusia bisa terbang, mungkin dia sudah GILA, mana mungkin manusia bisa terbang. Kata-kata itulah yang terucap orang yang ada disekitarnya,namun si penemu itu tak peduli ia meneruskan penemuannya sampai selesai, Akhirnya setelah penemuannya selesai semua orang terdiam dan mengaguminya. Dan sekarang Siapakah yang gila? Dan siapakah yang waras?
Engkau tak bisa memahami kehidupan dengan satu hari,satu bulan,bahkan satu tahun, engkau akan memahaminya ketika angkau telah melewati kehidupanmu, sama seperti penemu pesawat yang ku ceritakan tadi, dia tetap dikatakan gila sampai ia menyelesaikan penemuannya,
Hidup adalah proses maka cari tahulah tentang proses tersebut, sama seperti engkau mencari tahu makna kehidupan, dan sama seperti mereka yang waras dan gila, agar engkau bisa menjadi lebih baik.
Aku berjalan dan terus mencari makna kehidupan dengan cara yang sama, yaitu dengan cara bertanya, setiap kejadian yang pasti teralami denganku dimasa depan seperti halnya menikah,memiliki anak ,berkeluarga dan hal-hal yang lain, maka aku akan terus bertanya kepada orang yang telah mengalaminya, agar masa depanku bisa menjadi lebih baik,dan meminimalisir hal-hal yang buruk yang telah terjadi pada merekadan akan terjadi padaku.
Pada salah satu sekolah aku menemukan seorang anak penderita autis,pada awalnya ia seperti anak –anak normal lainnya, lama kelamaan ia bertingkah laku aneh selayaknya penderita autis, dan pada saat itulah para guru mulai sadar bahwa si anak menderita autis,dan semua guru menceritakan masalah yang diderita si anak, gurunya mulai menjumpai orang tuanya, dan orang tuanya sendiri tidak sadar bahwa anak nya menderita autis,gurunya bingung harus melakukan apa, pada akhirnya saya pergi menjumpai psikiater dan bertanya padanya.”Apa penyebab seorang anak bisa mengalami autis?, dan bagaimana mengobatinya?”.Aku bertanya demikian agar di masa depan anakku kelak tidak menderita autis,salah satu jawaban yang kudapati adalah kurangnya perhatian orangtua terhadap anak ketika berumur 2 sampai 5 tahun,membiarkan anak bermain sendiri dengan imajinasinya, dan sianak tidak bermain selayaknya anak-anak lainnya, sehingga ia terpuruk dengan imajinasinya, biasanya penderita autis dibalik kekurangannya ia memiliki kelebihan, seperti melukis mengarang dan lainnya, dan itu akan hilang sendirinya ketika ia dewasa, tapi untuk mempercepat pemulihan hendaknya ada perhatian khusus dari seseorang yang menanganinya dan jadikan diri sebagai seseorang yang nyaman dan dipercayainya, dan dengan demikian ia mulai berkomunikasi, sedikit demi sedikit ia mulai berubah menjadi lebih baik.
Aku mulai menyadari bahwa,”Kehidupan adalah kasih sayang, dan kasih sayang adalah salah satu penentu kehidupan”.Bahkan kasih sayang dan perhatian juga berperan penting dalam membentuk karakter kehidupan manusia, banyak anak- anak yang nakal bukan karena kesalahan anak tersebut, tapi karena kurang nya perhatian dan kasih sayang orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Aku akan mengingat peristiwa ini agar tidak terjadi pada anakku ketika aku sudah menikah nantinya.Satu makna kehidupan telah kudapati lagi, satu ilmu pengetahuan telah kudapati lagi, belajar bukan hanya di bangku sekolah namun dengan banyak bertanya dan membaca kita juga belajar, seluruh kehidupanku adalah belajar, dan batu nisan ku kelak adalah tanda pemberhentianku dalam belajar.