welcome to my blog

selamat datang di mutiara kehidupan
mari kita saling bercerita untuk membagi pengalaman
agar hidup kita bisa menjadi lebih baij

Sabtu, 04 Juni 2011

OrangTua Dan Anak

tok-tok-tok.....
assalamualaikum,,,,,
aku bergegas melihat siapa yang mengetuk pintu tersebut, ternyata seorang ibu-ibu tua yang telah ditinggal suaminya , boleh dikatakan juga janda tua....
wa'alaikum salam,,,, silahkan masuk bu,,, silahkan duduk,,,,
kemudian ia duduk dan tanpa basa-basi ia langsung bercerita keluh kesahnya terhadap anak-anaknya,,,,
begini nak ibu memiliki 4 orang anak, dan mereka semuanya sudah menikah, ketika mereka kecil mereka begitu amat sangat menggemaskan dan selalu membuatku tersenyum, walaupun tingkah laku merekayang selalu membuatku lelah, ya,,,,, namanya juga anak-anak,,,,
tapi,,,, ketika mereka meranjak dewasa dan sudah menikah,,,, mereka telah lupa terhadapku,,, jangankan mengharapkan mereka mengirim uang untukku,,,, menelpon saja tidak, bahkan mereka datang bila ada maunya saja,,,, mereka datang bila ingin meminjam uang, padahal apa yang bisa diharapkan dari diriku, aku hanyalah seorang wanita tua dan janda yang tidak memiliki pekerjaan, seharusnya mereka yang harus memberikanku uang, karena usiaku yang tidak memungkinkanku untuk bekerja,,,,
mereka meminjam uang dengan alasan ingin memperbahaurui rumah mereka, padahal rumah mereka sudah bagus, mereka tak pernah memperhatikan rumah yang aku tempati, saat ini rumahku sudah tua dan juga bocor disana sini,,,,,,
    apakah semua orang ketika ia meranjak dewasa dan telah menikah ia akan melupakan orang tuanya?,,,,
dan selalu memikirkan rumah tangga yang ia jalani, tanpa memikirkan jerih payah dan susahnya orang tua mendidik dan mengurusnya hinga ia dewasa, hingga ia bisa seperti saat ini,..... pasti akan ia rasakan ketika ia memiliki anak nantinya,,,,,
     nak,,,, kamu sudah ibu anggap seperti anak sendiri,,,, ibu harap kamu jangan seperti anak-anak ibu, walaupun kamu menikah nantinya, ingatlah pada orang tuamu  sampai akhir hayatnya dan hayatmu,,,,  susah payah dalam mengurus anakmu ketika engkau memiliki anak,,,,  itu juga susah payah ibumu ketika ia mengurusmu,,,,
      ibu hanya tidak ingin apa yang ibu rasakan pada saaat ini dirasakan oleh ibumu, itu amat sangat pahit,,, dan ibu juga tidak ingin apa yang ibu rasakn pada saat ini engkau rasakan ketika engkau tua nanti,,,,,,
     Aku terdiam dan  meneteskan air mata sambil membayang kan wajah kedua orang tuaku, dan membayangkan usaha mereka selama ini, mulai dari bangun subuh,,, memasak,mencari nafkah,memikirkan sekolahku dan banyak hal lainnya yang tak sanggup u sebutka, dan aku tak sanggup membayangkan tingkah laku ku selama ini terhadap orang tuaku,,,, dan aku membayangkan juga bagaimana ketika aku menjadi seorang ayah dan seorang suami dari istriku,,,, aku mulai menanamkan dalam diriku, ketika aku menikah nantinya, kehidupanku tidak 100 persen untuk anak dan istriku, aku juga memiliki kewajiban terhadap orang tuaku, karena tanpa usahanya, aku tak akan bisa seperti ini,,, dan tak akan bisa tumbuh dewasa,,,,,,
    Nak,,,, nak,,,, kok menangis,,,,, ibu salah ngomong ya,,,,,,
aku terkejut dan langsung tersadar, gak bu,,, saya hanya membayangkan bila itu terjadi pada saya,,,, sungguh amat durhakanya saya.
   saya juga mohon doa pada ibu ketika saya menikah nantinya itu tidak terjadi  pada saya, dan ibu juga sudah saya anggap seperti ibu saya,,,, yasudahlah nak, ibu hanya ingin mencari teman cerita, dan hanya kamu lah yang ibu anggap cocok, kini hati ibu sudah lega , karena unek-unek dalam diri ibu sudah keluar semuanya, yang ibu harapkan itu tidak terjadi padamu,,,


pesan: ketika kita beranjak dewasa nantinya, dan telah membangun sebuah keluarga, ingatlah tanggung jawab kita bukan hanya pada anak  dan istri kita saja, tapi kepada orang tua juga , karena tanpa ada peranan orang tua, kita tidak bisa  menjadi seperti saat ini,dan tidak bisa beranjak dewasa







Tidak ada komentar:

Posting Komentar